Tuesday, 3 January 2012
Larangan Tetap Larangan
Beliau bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta". Ada orang yang bertanya, "Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?" Jawab Beliau, "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).
Artinya: "Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka". Kami bertanya, "Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?" Jawab Nabi, "Siapa lagi?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa`id Al-Khudri).
Hadis tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian lain. Mereka kehilangan gaya hidup hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi, kita jadi ingat firman Allah surat Ar- Ruum ayat 41: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".
Rasa-rasanya, firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang. Orang tua sering tidak paham dengan perubahan yang terjadi pada remaja sehingga tidak jarang terjadi konflik di antara keduanya. Karena merasa tidak dimengerti remaja seringkali memperlihatkan tindakan agresif yang dapat mengarah pada perilaku berisiko tinggi.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfa'at bagi yang lainnya
DO’A BERSAMA
Mari !! Kami Mengajak Kepada Seluruh Umat Manusia Berbagai Bangsa Dan Dari Golongan Apa Saja Untuk Bersama-Sama Memohon Kepada Tuhan Yang Maha Esa Untuk Negeri Tercinta Masing-Masing, Keluarga Dan Umat Masyarakat Agar Memperoleh Ampunan, Anugrah, Berkah Dan Perbaikan Disegala Bidang.
Dengan Membaca :
Bismillahirrohmaanirrohiim
يَارَسُوْل الله ياسيدي x 100
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH
( Duhai Pemimpin kami, Duhai Utusan Alloh )
Dilanjutkan membaca :
يَارَبَّنَا اللَّهُمَّ صَلِّ سَلِّمِ عَلَى مُحَمَّدٍ شَفِيْعِ الاُمَمِ
وَالآَلِ وَاجْعَلِ الاَنَامَ مُسْرِعِين بِالوَاحِدِيَّةِ لِرَبِّ الْعَالَمِين
يَارَبَّنَااغْفِرْيَسِّرِافْتَحْ وَاهْدِنَا قَرِّبْ وَاَلِّفْ بَيْنَنَا يَارَبَّنَ100 x
Yaa Robbanalloohumma Sholli Sallimi # ‘Alaa Muhammadin Syafii’il Umami,
Wal-Aali Waj-‘Alil Anaama Musri’iin # Bil-Waahidiyyati Lirobbil-‘Aalamiin
Yaa Robbanagh-Fir Yassair Iftah Wahdinaa # Qorrib Wa-Allif Bainanaa Yaa Robbanaa
artinya
Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari,¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam,¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami¨, pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.
Dilanjutkan membaca :
اَللَّهُم بَارِكْ فِيْمَاخَلَقْتَ وَهَذِهِ البَلْدَةْ يَاالله .100 x
ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH ,
Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan,
dan didalam negri ini …..Yaa Alloh ,
NB : Sedikit uraian kalimat Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh ialah mencakup hubungan kepada Alloh SWT yang mengutus Beliau dan Rosululloh SAW sebagai utusan Alloh.
Disamping itu Beliau Rosululloh SAW sebagai Ar-Risalah yaitu Rohmatal lil Alamiin ( sebagai Rahmat seluruh alam ) / saluran dari Alloh SWT sebagai perlindungan,pemimpin rohani dan keselamatan yang mempunyai kandungan PENYERAHAN dan HARAPAN . PENYERAHAN disini dalam kalimat YAA SAYYIDII (Duhai Pemimpin kami) sebagaimana wahai guru kami berarti kita telah melingkarkan diri pada seorang guru demikian juga wahai pemimpin kami kita telah melingkarkan diri kepada Alloh sebagai pengutus dan Rosululloh SAW sebagai utusanNya. Adapun HARAPAN yaitu Berharap perlindungan, bimbingan rohani dan keselamatan. Dimana situasi dan kondisi kita yang begitu berat dan hebatnya oleh jeratan nafsu seakan-akan kita berada dalam kobaran api yang begitu membara sehingga tidak ada lagi harapan kecuali dengan kita memanggil-manggil seorang penolong untuk membebaskan kita keluar dari kobaran api tersebut. Maka kita memanggil-manggil Rosululloh SAW(sebagai utusan Alloh) untuk membebaskan kita dari kobaran nafsu yang akan membakar/merusak kita dalam pengabdian diri kepada Alloh SWT secara ikhlas semurni-murninya.
About Me
Tolonglah Aku
Jalan Ku Panjang dan berliku siapa yang menuntunku nanti
No comments:
Post a Comment