Friday, 27 July 2012

sejenak Lebayy

jika memang waktu kita di dunia habis. aku ingin kau temani aku di surga nanti
 
Kalau aku hanya memiliki 3 detik untuk bernafas. Aku akan menggunakan 2 detik untuk mengatakan Aku Cinta Kamu.

Jika aku bertemu Jin dan di berikan 3 permintaan. Aku akan meminta kamu, kamu dan kamu

Kalau akun ini kutub utara, pasti aku akan mencair karena kehangatan cintamu.

Kata orang tak ada rotan akarpun jadi. Tetapi bagiku tidak ada kamu hiduppun aku tak sudi

Sayang kamu keturunan petani yah? Karena kamu telah menanam benih benih cinta dihatiku

Oh my god kalkulator aku rusak karena aku pakai untuk menghitung seberapa banyak cinta aku ke kamu

Aku rela di keluarin dari kelas. Lagian masa guru marahin aku gara gara aku bilang pusat tata surya itu kamu

Aku rela jadi gula asalkan kamu jadi semutnya

Boleh minta foto kamu.Aku mau tunjukin malaikat itu ada

Tadi malem aku telpon kamu. Tapi katanya kamu ngga ada. Aku seneng karena katanya kamu tidak ada di rumah karena kamu lagi ada di hati aku

MALU mu ko tempatkan Di MaNA


Dari Abu Hurairah radiyallohu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa. Salah satu contohnya ialah seseorang yang melakukan suatu pekerjaan (buruk) dimalam yang ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian pagi harinya ia justru mengatakan, ‘Semalam aku melakukan ini dan ini.’ Ketika tidur malam aibnya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia justru membukanya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Budaya malu memang sudah tinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita, inilah faktor utama yang mengakibatkan orang orang sekarang tidak merasa canggung bahkan terang-terangan dalam berbuat bahkan juga menceritakan dosa dan kejahatan yang sudah diperbuatnya. Parahnya ada sebagian yang entah kenapa merasa bangga jika dosa yang diperbuatnya tersebut diketahui dan sisebut sebut oleh orang lain. 
 
Kehilangan rasa malu berarti kita juga sudah kehilangan salah satu cabang iman, ini sesuai dengan hadis nabi s.a.w yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illalloh dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhori dan Muslim) 
Sekian semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama, untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

6 Wasiah Sayyidina Umar Bin Khattab

Berikut adalah 6 Wasiah Sayyidina Umar Bin Khattab kepada para shabatnya, semoga wasiat tersebut bisa menjadi bahan renungan kita juga untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Pertama, bila kalian menemukan aib yang ada dalam diri seseorang, maka galilah aib yang ada dalam diri kalian sendiri, karena aib kalian belum tentu sedikit. 
Kedua, bila kalian ingin memusuhi seseorang atau sesuatu, maka musuhilah perut kalian, karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya bagi kalian selain perut kalian sendiri. 
Ketiga, bila kalian ingin memuji, pujilah Allah SWT, karena tidak ada sesuatu yang lebih banyak memberi kepada kalian dan lebih santun serta lembut kepada kalian selain Dia. 
Keempat, bila ada yang ingin kalian tinggalkan, maka tinggalkanlah kesenangan dunia, sebab justru bila kalian tinggalkan kalian akan menjadi terpuji. 
Kelima, bila kalian ingin bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati, sebab bila kalian tidak menyiapkan bekal untuk mati kalian akan menderita, rugi dan penuh penyesalan. 
Keenam, bila kalian ingin menuntut sesuatu maka tuntutlah akhirat karena kalian tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mencarinya." Itulah enam wasiat dari Sayyidina Umar bin Khattab yang patut kita renungkan dan ikuti

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfa'at bagi yang lainnya

DO’A BERSAMA

Mari !! Kami Mengajak Kepada Seluruh Umat Manusia Berbagai Bangsa Dan Dari Golongan Apa Saja Untuk Bersama-Sama Memohon Kepada Tuhan Yang Maha Esa Untuk Negeri Tercinta Masing-Masing, Keluarga Dan Umat Masyarakat Agar Memperoleh Ampunan, Anugrah, Berkah Dan Perbaikan Disegala Bidang.

Dengan Membaca :

Bismillahirrohmaanirrohiim

يَارَسُوْل الله ياسيدي x 100

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH

( Duhai Pemimpin kami, Duhai Utusan Alloh )

Dilanjutkan membaca :

يَارَبَّنَا اللَّهُمَّ صَلِّ سَلِّمِ عَلَى مُحَمَّدٍ شَفِيْعِ الاُمَمِ

وَالآَلِ وَاجْعَلِ الاَنَامَ مُسْرِعِين بِالوَاحِدِيَّةِ لِرَبِّ الْعَالَمِين

يَارَبَّنَااغْفِرْيَسِّرِافْتَحْ وَاهْدِنَا قَرِّبْ وَاَلِّفْ بَيْنَنَا يَارَبَّنَ100 x

Yaa Robbanalloohumma Sholli Sallimi # ‘Alaa Muhammadin Syafii’il Umami,

Wal-Aali Waj-‘Alil Anaama Musri’iin # Bil-Waahidiyyati Lirobbil-‘Aalamiin

Yaa Robbanagh-Fir Yassair Iftah Wahdinaa # Qorrib Wa-Allif Bainanaa Yaa Robbanaa

artinya

Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari,¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam,¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami¨, pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.

Dilanjutkan membaca :

اَللَّهُم بَارِكْ فِيْمَاخَلَقْتَ وَهَذِهِ البَلْدَةْ يَاالله .100 x

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH ,

Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan,

dan didalam negri ini …..Yaa Alloh ,

NB : Sedikit uraian kalimat Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh ialah mencakup hubungan kepada Alloh SWT yang mengutus Beliau dan Rosululloh SAW sebagai utusan Alloh.

Disamping itu Beliau Rosululloh SAW sebagai Ar-Risalah yaitu Rohmatal lil Alamiin ( sebagai Rahmat seluruh alam ) / saluran dari Alloh SWT sebagai perlindungan,pemimpin rohani dan keselamatan yang mempunyai kandungan PENYERAHAN dan HARAPAN . PENYERAHAN disini dalam kalimat YAA SAYYIDII (Duhai Pemimpin kami) sebagaimana wahai guru kami berarti kita telah melingkarkan diri pada seorang guru demikian juga wahai pemimpin kami kita telah melingkarkan diri kepada Alloh sebagai pengutus dan Rosululloh SAW sebagai utusanNya. Adapun HARAPAN yaitu Berharap perlindungan, bimbingan rohani dan keselamatan. Dimana situasi dan kondisi kita yang begitu berat dan hebatnya oleh jeratan nafsu seakan-akan kita berada dalam kobaran api yang begitu membara sehingga tidak ada lagi harapan kecuali dengan kita memanggil-manggil seorang penolong untuk membebaskan kita keluar dari kobaran api tersebut. Maka kita memanggil-manggil Rosululloh SAW(sebagai utusan Alloh) untuk membebaskan kita dari kobaran nafsu yang akan membakar/merusak kita dalam pengabdian diri kepada Alloh SWT secara ikhlas semurni-murninya.

Tolonglah Aku

Tolonglah Aku
Jalan Ku Panjang dan berliku siapa yang menuntunku nanti